Senin, 13 Februari 2017

Laporan Praktikum Respirasi pada Serangga (Jangkrik)


Judul                     : Respirasi pada Jangkrik

Tujuan                  :
        I.            Mengukur kebutuhan oksigen pada jangkrik per gram berat badan
      II.            Mengukur kebutuhan oksigen pada jangkrik per menit

Teori dasar         :
Respirasi adalah seluruh proses pengambilan O2 untuk memecah senyawa-senyawa organik sehingga menghasilkan energi dan sisa berupa CO2 dan H2O. Pertukaran gas O2 dan gas CO2 berlangsung melalui proses difusi yang berlangsung di alat pernafasan. Alat-alat pernafasan dapat berupa paru-paru, insang, trakea maupun bentuk lain yang dapat melangsungkan pertukaran gas O2 dan CO2.
Corong hawa (trakea) adalah alat pernapasan yang dimiliki oleh serangga Sistem trakea berfungsi mengangkut O2 dan mengedarkannya ke seluruh tubuh, dan sebaliknya mengangkut C02 basil respirasi untuk dikeluarkan dari tubuh. Dengan demikian, darah pada serangga hanya berfungsi mengangkut sari makanan dan bukan untuk mengangkut gas pernapasan.

Fungsi eosin       :
Fungsi eosin adalah sebagai indikator oksigen yang dihirup oleh organisme percobaan (jangkrik) pada respirometer. Saat jangkrik menghirup oksigen maka terjadi penurunan tekanan gas dalam respirometer sehingga eosin bergerak masuk ke arah respirometer.
Fungsi dari kristal KOH :

fungsi KOH        : 
Fungsi dari Kristal KOH/NaOH pada percobaan yaitu sebagai pengikat CO2 agar tekanan dalam respirometer menurun. Jika tidak diikat maka tekanan parsial gas dalam respirometer akan tetap dan eosin tidak bisa bergerak. Akibatnya volume oksigen yang dihirup serangga tidak bisa diukur. Kristal KOH/NaOH dapat mengikat CO2 karena bersifat higroskopis.
Faktor-faktor yang mempengaruhi respirasi diantaranya:
  • Berat tubuh, Semakin berat tubuh suatu organisme, maka semakin banyak oksigen yang dibutuhkan dan semakin cepat proses respirasinya.
  • Ukuran tubuh, Makin besar ukuran tubuh maka keperluan oksigen makin banyak.
  • Kadar O2, Bila kadar oksigen rendah maka frekuensi respirasi akan meningkat sebagai kompensasi untuk meningkatkan pengambilan oksigen.
  • Aktivitas, Makhluk hidup yang melakukan aktivitas memerlukan energi. Jadi semakin tinggi aktivitasnya, maka semakin banyak kebutuhan energinya, sehingga pernafasannya semakin cepat.


Alat dan Bahan :
1.       Respirometer
2.       Neraca Ohauss
3.       KOH
4.       Eosin
5.       Vaselin
6.       Tisu
7.       Pipet tetes
Cara Kerja           :
1.Timbang jangkrik pada neraca Ohauss
 2. Masukan jangkrik ke dalam tabung respirometer
 3. Masukan KOH yang telas dibungkus oleh tisu ke dalam tabung respirometer
 4.       Tutup respirometer
 5.       Oleskan vaselin pada sambungan penutupnya agar tidak ada udara yang keluar masuk
6.       Teteskan eosin menggunakan pipet tetes pada ujung respirometer hingga garis 0  
 7.       Simpan respirometer pada tempatnya 
 8.       Biarkan hingga 3 menit
 9.       Lihat perpindahan eosin pada respirometer
10.       Biarkan hingga 3 menit lagi
 11.   Lihat lagi perpindahan eosin pada respirometer
 12.   Biarkan hingga 3 menit lagi
 13.   Lihat lagi perpindahan eosin pada respirometer
 14.   Hitung rata-rata perpindahannya
 15.   Timbang jangkrik pada neraca Ohauss




Hasil                      :

NO
Oksigen yang dibutuhkan
Rata - rata
Berat (gram)
3 Menit
6 Menit
9 Menit
1.
0,23
0,35-0,23
=0,12
0,5-0,35
=0,25

1,26
2. 
0,08
0,15-0,08
=0,07
0,16-0,15
=0,01

0,25
3.0,150,27-0,15
=0,12
0,35-0,27
=0,08

0,50

Kesimpulan        :
        Pada praktikum repirasi kali ini menggunakan serangga (belalang, jangkrik, kecoa) yang dimasukkan ke dalam respirometer. Serangga ini dimasukkan ke dalam tabung respirometer kemudian dimasukkan eosin yang berfungsi untuk mengikat O2, namun eosin harus dibungkus terlebih dahulu dengan menggunakan kapas sebelum dimasukkan ke dalam tabung. Hal ini dimaksudkan untuk memisahkan serangga dengan zat kimia karena serangga akan mati bila bersentuhan dengan eosin. Kemudian pada ujung pipa kapiler diberi cairan untuk memisahkan udara yang ada di dalam tabung dan udara yang ada di luar tabung.
Pernapasan pada serangga dengan menggunakan trakea dimana udara yang ada masuk secara difusi, penyebab terjadinya difusi pada belalang karena dalam proses respirasi khususnya pada belalang, O2 agar dapat dipindahkan dari lingkungan ke dalam tubuh melintasi membran respirasi yang permukaannya pada tiap serangga tidak sama dan juga membran ini mengandung kapiler, sehingga agar masuk ke dalam tubuh serangga harus melalui mekanisme difusi secara pasif. Sistem pernapasan trakea pada serangga yaitu udara masuk melalui stigma, dan masuk ke dalam trakea, terlebih dahulu udara ini disaring oleh rambut-rambut halus yang terdapat pada stigma sehingga udara dan debu dapat dipisahkan. Karena adanya kontraksi tubuh yang menjadikan tubuh serangga kembang kempis sehingga pembuluh trakea ikut kembang kempis. Akibatnya udara dapat beredar keseluruh bagian sel tubuh dan diedarkan oleh trakeolus yaitu cabang-cabang kecil trakea yang menembus jaringan kecil.
Pada proses respirasi ditandai dengan bergeraknya air pada pipa kapiler. Persamaan reaksi antara eosin dan CO2 yaitu:
Ca(OH)+ CO    CaCO+ H2O

Tidak ada komentar:

Posting Komentar